Kamis, 21 November 2013

Memeriksa Merawat dan Memeperbaiki Kopling Mobil

   Memeriksa Merawat dan Memeperbaiki Kopling Mobil

Kopling terletak di antara roda gila dan transmisi. Tugas utama kopling adalah memutus dan menghubungkan putaran dari poros engkol ke transmisi dengan halus. Kopling sangat diperlukan pada motor-motor yang tenaganya diteruskan untuk dimanfaatkan seperti motor pada mobil, mesin uap dan sebagainya, karena pada awalnya motor yang hidup harus dapat berputar bebas tanpa dimanfaatkan terlebih dahulu tenaganya.
 




Kopling ada bermacam-macam, yaitu kopling gesek, kopling sentrifugal, kopling fluida, dan kopling magnet. Yang paling banyak digunakan hingga saat ini adalah kopling gesek dan kopling fluida. Kopling gesek digolongkan menjadi dua bagian yaitu kopling model piringan (plat) dan kopling model kerucut. Kopling plat ada dua macam yaitu kopling plat basah dan kopling plat kering. Kopling plat basah adalah kopling yang komponen plat-platnya terendam oleh minyak. Kopling plat kering adalah kopling yang komponen platnya tidak terendam oleh minyak. Yang banyak digunakan pada mobil-mobil sekarang ini adalah kopling gesek plat kering tunggal.
Kopling gesek plat kering tunggal mempunyai konstruksi yang sederhana sehingga mudah untuk dilayani dan diperbaiki. Komponen-komponen dari kopling gesek plat kering tunggal adalah:
  • Plat penekan
Plat ini berfungsi untuk menekankan plat kopling terhadap roda gila dengan tekanan dari pegas-pegas kopling.
  • Plat kopling
Terletak antara roda gila dan plat tekan. Plat kopling inilah yang sebenarnya meneruskan putaran motor ke transmisi dengan adanya gesekan yang kuat.
  • Tuas-tuas penekan
Tuas-tuas penekan berhubungan dengan plat penekan. Tuas-tuas penekan ini dijamin oleh tutup kopling. Bagian ujung luar tuas-tuas penekan ini dibautkan pada plat penekan.
  • Bantalan pembebas
Bantalan pembebas bergerak maju-mundur pada poros masuk kopling karena adanya bantuan dari garpu pembebas kopling.
Pegas yang digunakan pada kopling gesek ada dua macam, yaitu pegas koil, dan pegas diafragma. Pada kopling dengan pegas diafragma, tuas-tuas dan pegas pembebas yang biasanya menggunakan pegas koil digantikan oleh pegas diafragma. Dengan pegas diafragma ini gaya penekanan pada pedal kopling lebih ringan, penekanan terhadap plat kopling juga lebih merata. Kopling gesek dengan pegas diafragma paling banyak digunakan.
 

 
Pemeriksaan langkah bebas kopling:
Pemeriksaan langkah bebas kopling harus dilakukan dengan teliti karena yang utama di dalam memeriksa langkah bebas kopling adalah dengan menggunakan perasaan. Langkah bebas kopling adalah jarak babas tekan yang harus dilalui oleh pedal kopling dari kedudukan tidak ditekan sampai pada kedudukan di mana kopling mulai terlepas. Tekanlah pedal kopling dengan ujung-ujung jari tangan. Rasakan sampai pedal kopling membutuhkan gaya tertentu yang lebih besar. Ukur jarak antara pedal kopling sebelum ditekan sampai kedudukan penambahan gaya tersebut dengan teliti. Langkah bebas tersebut antara 20 - 40 mm.
Pemeriksaan terhadap kopling yang menggesek.
Jarak antara pedal kopling dan lantai pada waktu pedal kopling diinjak kurang lebih 20% dari jarak antara pedal kopling dan lantai pada waktu tidak diinjak. Jarak tersebut umumnya tidak menyebabkan kopling menggesek.
Untuk memeriksa jarak tersebut, lakukan cara sebagai berikut:
  1. Tarik rem tangan dan ganjal roda-roda mobil.
  2. Hidupkan motor pada putaran stationer.
  3. Pelan-pelan pindahkan posisi transmisi dari posisi netral. Jangan memindahkan posisi transmisi terlalu banyak.
  4. Perhatikan bunyi roda-roda gigi transmisi, getaran pada tangkai pemindah, dan pedal kopling.
  5. Sementara tekanan (pijakan) terhadap pedal kopling ditambah, perhatikan bahwa pada suatu kedudukan pedal yang tertentu maka bunyi dan getaran tersebut hilang, dan trans-misi dapat dipindahkan dengan mudah.
  6. Ukurlah jarak antara lantai dan pedal kopling pada saat bunyi mulai hilang. Apabila jarak tersebut lebih pendek (kurang lebih 20% jarak pedal ke lantai pada saat tidak diinjak) maka kopling akan menggesek.


Pemeriksaan terhadap kerusakan kecil pada kopling:
Kerusakan kecil pada kopling akan menyebabkan bunyi yang tidak normal. Yang harus dilakukan untuk memperbaiki kerusakan tersebut yang pertama kali adalah mencari letak kerusakannya. Bunyi tidak normal yang timbul pada waktu pedal kopling ditekan (dipijak) disebabkan oleh kerusakan pada bagian yang berputar pada waktu pedal kopling dipijak, antara lain:
  1. Kurangnya pelumasan pada sarnbungan-sambungan dari sistem batang penggerak kopling antara pedal kopling dan kopling.
  2. Bantalan pada roda gila atau fly wheel dari poros penggerak utama sudah aus.
  3. Bantalan mekanisme pelepas kopling sudah aus atau kurang pelumasan.
Sedangkan bunyi-bunyi yang terdengar pada waktu pedal kopling dilepaskan disebabkan karena kerusakan-kerusakan pada bagian yang berputar pada waktu pedal kopling dilepaskan antara lain:
  1. Keausan poros penggerak utama.
  2. Bagian pusat dari plat kopling longgar.
  3. Pegas torsi (puntir) plat kopling patah atau rusak.
  4. Plat kopling retak.
  5. Keausan pada plat kopling.
Pemeriksaan pedal kopling:
  1. Periksalah karet pedal dari kemungkinan cacat atau aus.
  2. Periksalah poros pedal dari kemungkinan rusak atau aus.
  3. Periksalah pedal kopling dari kemungkinan melekuk atau bengkok.
Penyetelan langkah bebas kopling
a. Kopling hidrolik
Penyetelan langkah bebas pedal kopling ada bermacam-macam ter¬gantung dari mekanismenya. Salah satunya adalah sebagai berikut:
  1. Setel tinggi pedal dengan jalan memutar baut penyetop pedal.
  2. Setel kebebasan pedal dengan mengendorkan mur kontra, mur penyetel, dan memutar batang penekan .
b. Kopling mekanis
Pada sistem penggerak mekanis biasanya memakai kawat yang elastis tetapi cukup kuat. Bagian penyetelannya pada ujung kabel di atas atau di bawah. Agar tidak terjadi kekeliruan sebelum dilakukan penyetelan maka pelajari dulu cara kerja batang-batang penghubungnya.
Pembongkaran unit kopling:
  1. Lepas poros gardan dan transmisi.
  2. Tahan bak transmisi dan kemudian tarik ke belakang dengan lurus.
  3. Tandai kopling dan roda gila dengan penggores agar pada waktu dipasang kembali keseimbangannya tetap baik.
  4. Kendorkan baut pengikat kopling sedikit demi sedikit hingga merata.
  5. Lepaskan batang penghubung kopling dari garpu kopling, dan lepaskan garpu kopling.
  6. Kendorkan dengan merata baut pengikat tutup kopling sampai lepas.
  7. Setelah semua baut pengikat lepas maka tahanlah tutup kopling, turunkan dan lepaskan unit tutup kopling.
  8. Pada waktu membongkar unit penutup agar disisakan beberapa baut sebagai penahan dan baut-baut tersebut akan dilepas kemudian.
  9. Periksa keausan ujung garpu penekan yang berhubungan dengan bantalan penekan.
  10. Periksa bidang permukaan plat tekan terhadap keausan.
  11. Periksa keretakan pegas spiral atau pegas membran.
  12. Periksa keausan ujung pegas membran yang berhubungan dengan bantalan tekan.


Hal-hal yang perlu diperhatikan:
  1. Jangan sampai permukaan gesek plat penekanan dan roda gila terkena minyak.
  2. Jangan mencuci bantalan dengan cairan, tetapi bersihkan bantalan tekan dengan kain lap. Bantalan tekan umumnya telah diberi gemuk dan disegel. Jika bantalan tersebut dicuci maka ada kemungkinan gemuk di dalamnya akan mencair.
  3. Bersihkan bidang gesek kopling dengan ampelas halus. Gesekan bekas ampelas harus melintang pada bidang permukaan.
  4. Pada pemasangan kembali, permukaan plat kopling yang rata harus menghadap ke roda penerus. Pemasangan yang terbalik akan mengakibatkan kopling tidak dapat bebas sepenuhnya pada waktu pedal kopling diinjak.

 

Read More ->>

SISTEM KEMUDI PADA MOBIL

SISTEM KEMUDI PADA MOBIL

SISTEM KEMUDI
Sistem kemudi berfungsi mengatur arah kendaraan dengan cara,membelokkan roda depan. Bila roda kemudi diputar, kolom kemudi
meneruskan putaran ke roda gigi kemudi. Roda gigi kemudi ini memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar untuk
menggerakkan roda depan melalui sambungan-sambungan kemudi (steering linkage).

Ada dua model sistem kemudi yang umum digunakan pada mobil,yaitu model recirculating ball


dan model rack dan punion


Kolom kemudi (steering column) 
Kolom kemudi terdiri atas main shaft yang meneruskan putaran
roda kemudi ke roda gigi kemudi, dan kolom kemudi yang mengikat
main shaft ke bodi. Ujung atas dari main shaft dibuat meruncing dan
bergigi.

Di ujung inilah roda kemudi diikat dengan sebuah mur
Bagian-bagian dari kolom kemudi ditunjukkam pada


2. Roda gigi kemudi (steering gear) 
Roda gigi kemudi selain berfungsi mengarahkan roda depan, juga
berfungsi sebagai gigi reduksi untuk memperbesar momen agar 
kemudi menjadi ringan dan gangguan-gangguan terhadap roda tidak
langsung dirasakan oleh pengemudi.

Ada beberapa jenis roda gigi kemudi, tetapi yang banyak digunakan dewasa ini adalah jenis recirculating ball




dan pinion

Janis recirculating ball digunakan  pada
mobil penumpang ukuran sedang sampai besar dan mobil komercial
sedangkan jenis rack dan pinion digunakan pada mobil penumpang ukuran kecil sampai sedang. 
sambunbungan-sambungan kemudi (steering linkage)

Walaupun mobil bergerak naik-turun, gerakan roda kemudi harus dapat diteruskan ke roda·roda dengan sangat tepat (akurat) setiap saat, untuk ilu diperlukan sambungan-sambungan kemudi (steering linkage. Babarapa model sambungan·sambungan kemudi
suspensi rigid

suspensi independen





Power steering
power steering

Sistem power steering direncanakan untuk mengurangi tenaga pengemudian saat mobil bergerak pada putaran rendah dem menyesuainya pada tingkat tertentu bila kendaraan bererak mulai kecepatan
sedang sampai kecepatan tinggi.

Pada sistem power steering terdapat
bosster hidraulis yang ditempatkan di bagian tengah mekanisme kemudi.
Power steering model integral

memperlihatkan mekanisme power steering model
integral. Bagian utamanya terdiri atas tangki reservoir (berisi fluida),
vane pump yang membangkitkan tenaga hidraulis, gear box yang berisi control valve, power pinton, dan steerig gear (jenis recirculating balt).
pipa-pipa yang mcngalirkan fluida dan selang-selang fleksibel.
Power sfeering model rack dan pinion
Power steering model ini mekanismenya sama dengan model integral, tetapi control valvenya termasuk di dalam gear housing dan power pistonnya terpisah di dalam power cylinder.


roda

Output terakhir dari tenaga putar mesin adalah pada roda. Sambil
memikul berat kendaraan roda juga berfungsi meredam kejutan
kejutan dan menambah kenyamanan pengendara. Roda dapat dibagii
menjadi dua bagian, yaitu pelek roda (disc wheel dan ban (tire).
Pelek roda


memperlihatkan
sebuah model velg roda yang banyak
digunakan pada mobil penumpang.

Velg roda dipasangkan pada poros
roda (axle shaft) dengan menggunakan
empat atau enam baut. Baut-baut

Ban adalah bagian mobil yang barsentuhan langsung dengan permukaan jalan. Selain berfungsi meredam kejutan, ban juga bertugas menjejak dengan gaya geseknya pada jalan selama kendaraan berjalan, membelok, dan saat pengereman.

Menurut konstruksinya ban dapat dibedakan menjadi ban bias
dan ban radial

Ban bias mengasilkan jalannya kendaraan lebih lembut, tetapi kemampuan membelok dan ketahanan ausnya kurang. Ban radial menghasilkan kemampuan membelok dan kemampuan kecepatan tinggi yang baik serta tahanan gelindingnya
rendah.

Daya tahan ausnya lebih tinggi dibanding ban biasa. Tetapi pada jalan yang tidak rata dengan kecepatan rendah, ban radial lembut
dirasakan pengendara.
Menurut penampungan isi udaranya, dapat dibedakan menjadi ban
biasa dan ban tubles

Pada ban biasa, udara ditampung
pada ban dalam. Katup atau pentilnya bersatu dengan ban dalam. Bila ban
biasa tertusuk benda tajam maka akan langsung kempes. Pada ban
tubles tidak terdapat ban dalam, tekanan udara hanya ditahan oleh lapisan ban dalam yang kedap udara. Katup atau pentilnya langsung
terpasang pada pelek. Bila ban tubles tertusuk benda tajam, tidak langsung menjadi kempes (tekanan udaranya tidak turun seketika) karena
lapisan dalamnya menghasilkan efek merapatkan sendiri.

2. C a s t e r
Caster adalah sudut antara king pin dengan garis vertikal yang dilihat dari samping kendaraan

Bila miringnya ke arah belakang disebut caster positif sebaliknya bila miringnya ke arah depan disebut caster negatif. Pada umumnya yang dipakai adalah caster positif karena dapat menghasilkan kestabilan kendaraan saat berjalan lurus dan daya balik kemudi setelah membelok lebih baik.

3. King pin inclination
Garis sumbu yang melalui ball joint atas dan ball joint bawah di-
sebut steering axis (sumbu kemudi). Sumbu ini dimiringkan ke arah da-
lam sekitar 5-7°. Kemiringan ini dinamakam king pin inclination. '
" Dengan adanya king pin inclination bersama-sama dengan camber, maka jarak  (offset) akan menjadi sangat kecil, sehingga kemudi akan lebih ringan dan kejutan akibat pengereman dan percepatan dapat berkurang. Di samping itu, dengan adanya king pin inclination dapat dihasilkan daya balik kemudi
dengan ,memanfaatkan berat kendaraan.


Toe-in
Bila dilihat dari atas, roda-roda depan terlihat menyudut ke arah
dalam di bagian depan

Yang dimaksud toe-in adalah selisih antara jarak A dan B (toe-in = B - A). Biasanya selisih ini diatur
2 - 6 mm. Bila jarak bagian depan (A) lebih besar daripada jarak bagian belakang (B) disebut toe-out

Bila roda-roda depan memiliki camber positif maka bagian atas roda
mlring mengarah ke luar, sehingga roda-roda berusaha menggelinding ke arah luar pada saat mobil berjalan lurus dan akan terjadi
side slip yang berakibat ban cepat aus. Untuk mencegah hal ini maka diatasi oleh adanya toe-in.


penyetelan toe-in, cember; dan caster
Pada model suspensi independen, besarnya toe-in distel oleh tie-rod kiri dan kanan, sedangkan besar sudut camber dan caster distel dengan menambah atau mengurangi shim yang disisipkan pada upper arm rangka. Pada model suspensi tetap (satu poros), toe-in distel dengan mengubah-ubah tie-rod yang panjang, sedangkan besar caster distel
dengan menyisipkan busi tirus (bentuk baji) antara pegas daun dan rumah pores.
Read More ->>

LANGKAH-LANGKAH TUNE UP MOBIL

LANGKAH-LANGKAH TUNE UP MOBIL

Tune Up merupakan kegiatan mengembalikan kondisi mesin kekeadaan normal yang meliputi beberapa sistem diantaranya :


a. sisterm pendingin
b. sistem pelumasan
c. sistem bahan bakar
d. sistem pengapian
e. pemeriksaan baterai
f. pengencangan baut kepala silinder

g. pemeriksaan sirkulasi air atau radiator
h. sudut dwel
i. penyetelan ignition timming





DIJELASKAN SEBAGAI BERIKUT :

A. SISTEM PENDINGIN.

pemeriksaan ini di bagi atas:
1. Kekencangan tali kipas
Periksa kipas kemungkinan terjadi keretakan lalu periksa kekencangan tali kipas menggunakan tension belt gauge (tekanan = 125 +- 25)

2. Tekanan radiator
buka tutup radiator lalu pasang RADIATOR CUP TESTER dengan RADIATOR lalu tekan batang penekan hingga tekanan maximum, pastikan tekanannya tidak turun. jika turun? maka periksa kebocoran pada radiator

3. Tekanan tutup radiator
pasang RADIATOR CUP TESTER dengan TUTUP RADIATOR lalu tekan batang penekan hingga tekanan maximum, pastikan tekanannya tidak turun. jika turun? maka periksa kebocoran pada tutup radiator




B. SISTEM PELUMASAN

pemeriksaan ini di bagi atas:
1. Pemeriksaan kuantitas oli
Angkat dipstik dari tempatnya kemudian lap permukaan diptsik dengan kain, kemudian masukkan lagi dipstik ke lubang oli, lalu angkat kembali dan periksa secara visual VOLUME OLI ( diantara H dan L)




2. Pemeriksaan kualitas oli
Pada waktu yang bersamaan periksa kualitas oli dengan cara teteskan setetes oli ke tangan kemudian gesek-gesek oli dengan tangan yang lain dan amati perubahan warna oli (warna harus hitam pekat)



C. SISTEM BAHAN BAKAR




Pemeriksaan ini dibagi atas :

1. Pemeriksaan saringan bahan bakar




Lepas saringan bahan bakar dengan cara melepas baut kleman lalu ambil saringan dan bersihkan dengan KOMPRESOR dari lubang EX=>IN=>EX


2. Pemeriksaan saringan udara




Lepas saringan udara dengan cara melepas baut kupu lalu ambil elemen saringan udara dan bersihka dari bagian dalam => bagian luar =>dan bagian dalam




D. SISTEM PENGAPIAN ( DENGAN INTERNAL RESISTOR )

pemeriksaan COIL dibagi atas :
1. Pemeriksaan tahanan primer
Dengan cara KALIBRASI MULTITESTER pada OHM lalu pasang positif multi pada positif coil, begitu pula negatifnya



2. Pemeriksaan tahanan sekunder
Dengan cara KALIBRASI MULTITESTER pada KILO-OHM lalu pasang positif multi pada positif coil dan negatif multi pada sekundary coil











E. PERIKSAAN BATERAI ATAU ACCU



Pemeriksaan baterai dibagi atas :

1. Berat jenis baterai
Ambil baterai lalu buka tutup baterai kemudian periksa berat jenis pada tiap-tiap sel dengan HIDROMETER (1,25-1,27 kg/l)

2. Tutup baterai
periksa secara visual ventilasi tutup baterai dari kemungkinan tersumbat, bila perlu bersihkan dengan kompresor

3. Tegangan baterai
kalibrasi multitester pada 50 DCV kemudian periksa tegangan dengan multi

4. Kondisi terminal
periksa secara visual keadaan terminal baterai dari kemungkinan korosi atau terbakar

5. Kotak baterai
periksa secara visual keadaan kotak baterai dari kemungkianan retak

6. Volume baterai
periksa secara visual VOLUME ELEKTROLIT baterai (antara upper dan lowert level)


F. PENGENCANGAN BAUT KEPALA SILINDER





Buka tutup kepala silinder lalu kencangkan baut kepala silinder dengan kunci moment dengan urutan yang benar kemudian tutup kembali








G. PEMERIKSAAN SIRKULASI AIR RADIATOR



langkah berikut dengan cara bika tutup radiator kemudian lihat secara visual air dengan menekan LENGAN GAS pada KARBURATOR. jika sirkulasi baik tutup kembali tutup radiator pada radiator.





H. SUDUT DWELL




Nyelakan mesin pada temperatur kerjanya pasang kabel merah tune up tester pada positif baterai , dan hitam pada negatif baterai, kemudian kabel hijau pada kondensor, serta kabel pick up pada kabel busi nomer 1 kemudian stel saklar pada dwell lalu baca hasilnya (sudut dwell = 52 +- 2)



I. PENYETELAN IGNITION TIMMING

 












 













Ambil lampu timming kemudian arahkan pada puli jika timming tidak tepat atau tidak pas maka stel dengan cara menggeser DISTRIBUTOR.
Read More ->>

Rabu, 01 Mei 2013

LIBURAN BERSAMA KAWAN


LIBURAN BERSAMA KAWAN

Pada hari itu saya bersama teman akan pergi berlibur ke suatu tempat di daerah garut selatan tepatnya tujuan utama kami adalah pantai jelas kalau sudah mendengar kata pantai pasti hal yang paling diinginkan adalah menikmati keindahan sunset di sore hari ..

Secara detailnya saya akan berbagi kisah dari awal perjalanan sampai akhir perjalanan kami ..
saya bersama kawan-kawan telah melakukan sebuah kesepakatan untuk melaksanakan liburan pada hari rabu jam 08.00 wib kami berkumpul di tempat tongkrongan biasa kami sesudah pulang sekolah ..          

Ketika saya datang ke tempat tersebut ternyata belum ada satu orangpun yang datang,namun setelah sekian lama menunggu dari sekian banyak teman ternyata hanya 3 orang saja yang jadi berangkat maklum remaja sekarang hanya ngomong doang yang didepanin bukan bukti dan orang yang jadi berangkat salah satunya 2 orang dari daerah suci yaitu rizki susilo sama sehu nah yang satunya lagi dari bayongbong yaitu ucu dan ucu pun mengirim sebuah pesan kepada saya untuk segera berangkat karena iya telah menunggu di daerah cisurupan bersama kawan nya entah siapa orang tersebut namun yang saya tau orang tersebut masih seorang siswa yang sama dari sekolah kami malahan satu jurusan lagi ..

Ketika kami bergegas mau segera berangkat kawan saya dari tetangga kelas kami yang bernama EKI mengirim sebuah pesan kepada saya bahwa dia mengajak saya bersama kawan-kawan untuk bareng-bareng berangkat karena kawan saya mau sekalian pulang ke daerah banjar wangi dan kamipun menyetujui nya ..

Dan setelah semua orang berkumpul kecuali ucu kami bergegas berangkat karena tidak ingin terlalu kesorean untuk sampai disana kamipun berangkat dan sampai di daerah cisurupan disitupun kami bertemu ucu dan seorang kawan ..



Perjalan sesungguhnyapun telah dimulai hingga tidak terasa jalan demi jalan yang telah kami lalui kami sampai di depan gapura singa jaya dan kami semua melakukan sebuah perpisahan bersama EKI dikarenakan berbeda tujuan disitu pula kami berpisah dan melakukan perjalanan masing-masing

Saya bersama kawan-kawanpun semakin bersemangat dan tidak sabar lagi untuk segera sampai di pantai dan menikmati sebuah sunset di sore hari :)

Namun ditengah perjalanan tepatnya di gunung gelap tetes demi tetes hujan semakin lebat dan mengguyur kami sampe basah kuyup dan kamipun bergegas mencari sebuah warung untuk tempat kami berteduh dan akhirnya dapet juga :D




Sambil menunggu hujan reda kamipun memesan beberapa minuman hangat dan makanan-makanan ringan seperti kripik singkong dan sebagainya lahh ..

Setelah hujan reda kamipun berangkat melanjutkan perjalanan menuju tujuan utama kami :)
detik demi detik menit demi menit jam demi jam tidak terasa perjalanan demi perjalanan yang kami lalui akhirnya sampai juga di tempat tujuan utama kami yaitu pantai :)

Namun setelah sampai di pantai muka penuh ceria kami tiba-tiba luntur karena ternyata cuac a yang sangat tidak mendukung langitpun terasa sangat gelap :(
Tapi saya memotivasi kawan-kawan semua supaya bisa ceria kembali dengan mengatakan untuk apa-apa kita jauh-jauh kesini Cuma hanya untuk menikmati sunset meskipun sunset nya tidak bisa kita nikmati tapi kita bisa menikmati semua hal yang ada di pantai ini ..



Kawan-kawanpun menikmati hembusan angin pantai sambil bercanda riang dan tulas-tulis sebuah nama di pasir pantai ..
macem-macem sih ada yang nulis namanya sendiri sampe-sampe nulis nama pacarnya waduh lebay ga tuh :D hehe







Setelah puas menikmati suasana sore hari di pantai saya bersama kawan-kawanpun bergegas mencari sebuah penginapan dikarena hari sudah mulai gelap ..
kamipun menemukan penginapan yang kami anggap cocok untuk ditinggali setelah itu kamipun bertemu dengan pemilik penginapan tersebut dan beradu harga setelah sebuah harga yang telah disepakati kamipun segera mengisi salah satu kamar dari penginapan tersebut ..




Kamipun beristirahat dengan nyaman sampai malam haripun tiba tepatnya jam 20.00 wib saya bersama kawan-kawan berkeinginan untuk ke pantai ...
sesudah nya sampai di pantai kamipun membuat sebuah api unggun dan bernyanyi-nyanyi dengan diiringi sebuah  gitar ..



Namun saat kami menikmati suasan malam dengan nyanyian-nyayian lagu tiba-tiba rintik demi rintik hujanpun menetes lagi saya  bersama kawan-kawanpun kocar-kacir segera kembali ke penginapan ..

Rasa sesal terhadap hujanpun semakin menjadi-jadi tapi kami menanggapinya dengan senyuman dan tawa ceria bersama hingga tidak terasa saking asiknya kami mengobrol dan bercanda gurau sampai kami semuapun tertidur ...

Bersambung ,,,,

Read More ->>